Good afternoon ladies and gantlemen welcome to Banjarmasin city which wellknown as the thousand rivers city . how are you this morning . I do hope you’re fine and to join with our tour Banjarmasin city tour . first I would like to introduce my self . my name is Hidayati please call me idda . I’m your tour guide today .
Syamsudin Noor Airport (IATA: BDJ, ICAO: WAOO) is an airport serving Banjarmasin in South Kalimantan, Indonesia. It is located 10km south-west of Banjarbaru and 25km south-east of Banjarmasin, the largest city in Kalimantan. The airport has two distinctive apron. One in front of the terminal capable of hosting 4 medium sized planes and one on the terminal's left capable of serving 4 Boeing 767s. Recently, upon completion of expansion in 2004, the airport has dealt with mark up allegations. The larger tarmac was discontinued until Angkasa Pura has paid the airports' debt to the government. Historically, Boeing 767 was the first wide body aircraft to land in this airport in 2004.
Transportation to and from the airport Syamsudin Noor Banjarmasin
There are several types of public transportation that you can use to go to Syamsudin Noor Airport of Banjarmasin
* Taxi
By taxi, it takes time to get to the airport more quickly, but of course the price paid should be more expensive .. Rates journey by taxi from downtown Banjarmasin airport is around Rp 50,000
* Public transport (public transportation)
Public transport is the cheapest means of transportation, because it requires only the Rp 5000 to head downtown Banjarmasin. But to get to downtown to go up some times public transport.
The facilities available at the airport Syamsudin Noor Banjarmasin
Some facilities and public facilities contained in Syamsudin Noor Banjarmasin Airport is,
* ATM
* Wartel
* Mini market
* Restaurant and Café
* Waving Gallery
Lambung Mangkurat Museum is a museum of South Kalimantan province, located in the city of Banjarbaru, South Kalimantan. Address this museum at Jalan Ahmad Yani 36 miles Banjarbaru City .
Gastric Museum Mangkurat Banjarbaru
Entering the gates of the Museum Gastric Banjarbaru Mangkurat this, our eyes are instantly pampered with luxurious buildings that adapt traditional forms of home row of "House of High ridge" is combined with modern style as the main exhibition space. Furthermore, other buildings and the Temporary Exhibition Space exhibition space fabric, ceramics, European-style paintings. Office of Administration, Head room and roof forms Libraries sasikat bananas. Technical personnel office and warehouse building with a roof collection bapicik nose [2]. Of course lure
When inaugurated in 1979, the Museum has a building area of Gastric Mangkurat 2000 m2 built on a land area of 15,000 m2. Building facilities consist of: Building Exhibition Parent Stay two floors, Temporary Exhibition Space, Office and Home Office Head.
As of December 2007, the number of museum collections in Banjarbaru Gastric Mangkurat achieve the 12 020 pieces, a collection of objects that must be constantly maintained in order to secure both from the threat of damage or loss, damage both biotic (fungi, weathering, termites) or chemical and physical changes due to temperature, the micro environmental contamination and so forth.
Collections are objects of historical value, cultural and natural history that is managed by the museum to be published to the public either directly through exhibitions in museums and through the media (print, electronic, brochures and books). At the beginning of the Museum of Gastric Mangkurat, partly derived from the Museum collection Banjar remaining, another part of the Directorate of Museum and partly the result of new procurement Stomach Mangkurat Museum. The amount was as much as 5253 pieces with details:
- Prehistoric
- Archaeology
- Numismatika / Heraldika
- Keramologika
- History
- Manuscript
- Modern Art
- Art craft / Contemporary
- Geography
- Astronomy
- Geology
- Paleontology / anthropology
- Botany
- Zoology
- Herbarium
- Ethnography
Syamsudin Noor Airport (IATA: BDJ, ICAO: WAOO) adalah sebuah bandara yang melayani Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Indonesia. Hal ini terletak 10km selatan-barat Banjarbaru dan 25km selatan-timur Banjarmasin, kota terbesar di Kalimantan. Bandara memiliki dua celemek khas. Satu di depan terminal yang mampu hosting 4 pesawat berukuran sedang dan satu di kiri terminal yang mampu melayani 4 Boeing 767s. Baru-baru ini, setelah selesai ekspansi pada tahun 2004, bandara telah menangani dugaan mark up. Aspal yang lebih besar dihentikan sampai Angkasa Pura telah membayar utang bandara 'kepada pemerintah. Secara historis, Boeing 767 adalah pesawat berbadan lebar pertama yang mendarat di bandara ini pada tahun 2004.
Transportasi dari dan ke bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
Ada beberapa jenis transportasi umum yang dapat anda gunakan untuk menuju ke bandara Syamsudin Noor dari Kota Banjarmasin.ota Banjarmasin.
• Taksi
Dengan menggunakan taksi, waktu yang diperlukan untuk menuju ke bandara lebih cepat, tapi tentu saja harga yang dibayar harus lebih mahal..Tarif perjalanan menggunakan taksi dari pusat kota Banjarmasin ke bandara adalah sekitar Rp 50.000
• Angkutan Umum ( Angkot )
Angkutan umum ini merupakan alat transportasi yang paling murah, karena hanya memerlukan ongkos Rp 5000 saja untuk menuju pusat kota Banjarmasin. Namun untuk sampai ke pusat kota harus menaiki beberapa kali angkutan umum.
Fasilitas yang terdapat di bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
Beberapa fasilitas dan sarana umum yang terdapat di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin adalah,
• ATM
• Wartel
• Mini market
• Restoran dan Café
• Waving Gallery
Museum Lambung Mangkurat adalah sebuah museum provinsi Kalimantan Selatan yang terletak di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Alamat museum ini di Jalan Jenderal Ahmad Yani km 36 Kota Banjarbaru
Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru
Memasuki pintu gerbang Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru ini, mata kita langsung dimanjakan dengan bangunan mewah yang mengadaptasi bentuk rumah tradisional banjar yaitu “Rumah Bubungan Tinggi” yang dipadu dengan gaya modern sebagai ruang pameran utama. Selanjutnya bangunan lain yaitu Ruang Pameran Temporer dan ruang pameran kain, keramik, lukisan bergaya eropa. Kantor Tata Usaha, ruang Kepala dan Perpustakaan bentuk atap pisang sasikat. Kantor tenaga teknis dan gudang koleksi dengan bangunan atap hidung bapicik. Tentu saja memikat
Saat diresmikan pada tahun 1979, Museum Lambung Mangkurat memiliki bangunan seluas 2000 m2 yang dibangun di atas lahan seluas 15.000 m2. Fasilitas gedung tersebut terdiri dari : Gedung Induk Pameran Tetap dua lantai, Ruang Pameran Temporer, Kantor dan Rumah Dinas Kepala.
Sampai dengan Desember 2007, jumlah koleksi Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru mencapat 12.020 buah, Benda koleksi sejumlah tersebut harus terus menerus dikelola agar terjamin keamanannya baik dari ancaman kerusakan maupun kehilangan, baik kerusakan biotic (jamur, pelapukan, rayap) maupun kimiawi dan fisis akibat perubahan suhu, kontaminasi lingkungan mikro dan sebagainya.
Koleksi merupakan benda-benda bernilai sejarah, kebudayaan dan sejarah alam yang dikelola oleh museum untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas baik langsung melalui pameran di museum maupun melalui media (cetak, elektronik, brosur dan buku). Pada awal berdirinya Museum Lambung Mangkurat, sebagian koleksinya berasal dari Museum Banjar yang masih tersisa, sebagian lain dari Direktorat Permuseuman dan sebagian lagi hasil pengadaan baru Museum Lambung Mangkurat. Jumlahnya saat itu sebanyak 5.253 buah dengan rincian :
- Prasejarah
- Arkeologi
- Numismatika/Heraldika
- Keramologika
- Sejarah
- Naskah
- Seni rupa modern
- Seni kriya/kontemporer
- Geografi
- Astronomi
- Geologi
- Paleontologi/antropologi
- Botani
- Zoologi
- Herbarium
- Etnografi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar