opsi

Assalamualaikum :)

Kamis, 09 Januari 2014

Dwitasari - Mengais Masa Lalu

Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan Terdampar dalam bayang-bayang yang kau burat secara sengaja Seakan-akan sosokmu nyata Menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan Dalam kenangan kau seret aku perlahan Menuju masa yang harusnya aku lupakan 

Hingga aku kelelahan

Hingga aku sadar bahwa aku sedang dipermainkan Inikah caramu menyakitiku? Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku? Apa dengan melihat tangisku itu berarti bahagia buatmu? Apa dengan menorehkan luka dihatiku berarti kemenangan bagimu? Siapa aku dimatamu?

Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia? iApakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan? Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan? Kapan kau ajari aku kebebasan?

Ajari aku caranya melupakann Meniadakan segala kecemasan Meniadakan segala kenangan Nyatanya derai air mataku hanya disebabkan olehmu Ajari aku caranya melupakan 

Sehingga aku lupa caranya menangis.. 

Sehingga aku lupa caranya meratap Karna aku selalu kenal air mata Aku hanya ingin tertawa Sehingga hati aku Mati Rasa akan luka.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar